
Untuk muda-mudi generasi yang akan datang, penulis ingin sedikit menyentuh perihal neraca tentang pembahang cinta terpesong, munkin sedikit panjang, tapi berkata tentang CINTA, yang ternyata kesan cinta tanpa tuntunan agama akan bermuara kepada pergaulan seks bebas dan akan merosak perubahan budaya dan agama, bahkan eksploitasi cinta akan dapat menggiring pelakunya ke sikap pendewaan dan bertuhankan cinta yang akhirnya akan dapat menggiring seseorang kepada kesyirikan yang tanpa disedarinya.
Saya ingin mengupas tentang Valentine yang secara kebetulan perkembangannya seiring dengan eksploitasi cinta, seks bebas. Tahun demi tahun hiruk-pikuk valentine makin bertambah bahangnyanya, memang sungguh menakjubkan. Dahulu hanya remaja dan muda-mudi di kota dan Bandar yang besar sahaja besar sahaja yang mengenal Valentine dan merayakannya, tapi kini sudah mulai merambah ke kampung-kampung , Valentine tidak saja dikenal oleh para remaja tetapi juga sudah dikenal dan dirayakan oleh yang masih duduk di bangku sekolah rendah.
Dari sudut pandang Islam, Valentine adalah sebuah perayaan yang harus dijauhi oleh para kanak-kanak, remaja dan bahkan juga golongan dewasa yang telahpun berkahwin. Para ilmuan harus memberikan gambaran dan mesej yang jelas kepada masyarakat bahwa Valentine bertentangan samasekali dengan nilai-nilai Islam, memang bukan merupakan hal yang mudah karana sesungguhnya kita berhadapan dengan arus modernisme yang tidak bersempadan. Pandangan tentang ketinggalan zaman bila tidak merayakan Valentine adalah salah satu halangannya, namun dengan cara yang baik dan maklumat yang jelas, Insya Allah mesej tersebut akan menjadi nasihat yang akan mudah untuk diikuti dan ditaati.
Untuk itu, ingin saya kupas serba sedikit tentang Valentine agar kita mendapatkan maklumat yang komprehensif sehingga kita dapat mensikapi hiruk-pikuk Valentine yang tahun demi tahun dengan kacamata agama.
Realiti Sejarah Valentine
Valentine adalah nama seseorang pemimpin agama Katolik yang telah dianggap menjadi hero ( dianggap syuhada oleh orang-orang Kristian katolik) dan Valentine telah diberi gelaran sebagai orang suci (Santo).
Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 - 270 M) mengeluarkan undang-undang yang melarang segenap askarnya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka askar-askarnya akan lebih agresif dan mempunyai potensi dalam berperang.
Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 - 270 M) mengeluarkan undang-undang yang melarang segenap askarnya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka askar-askarnya akan lebih agresif dan mempunyai potensi dalam berperang.
Undang-undang ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan tentera-tentera dan muda-mudi, lama-kelamaan tindakan mereka diketahui oleh Raja Claudius, ia begitu marah dan memutuskan untuk memberikan hukuman mati kepada Valentine dan santo Marius.
Sebelum dihukum mati, Santo Valentine dan Santo Marius dipenjarakan dahulu, dalam penjara Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak penjaga penjara, kemudian gadis ini setia menjenguk valentine hingga tiba kematian Valentine. Sebelum Valentine dihukum mati, Valentine masih sempat menulis pesan kepada gadis yang dikenalnya itu, antara isi surat tersebut berbunyi :
" From Your Valentine "
Setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, orang-orang selalu mengingat kedua santo tersebut dan merayakannya sebagai bentuk ekspresi cinta kasih Valentine, dua-ratus tahun kemudian yaitu tahun 496 Masehi setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, Paus Galasius merasmikan bahawa setiap 14hb Februari 496 sebagai hari Velentine.
Itulah sejarah hari Valentine yang ternyata untuk memperingati dua orang yang dianggap suci oleh Kristian Katolik yang mengorbankan jiwanya demi kasih sayang.Adapun versi yang lain pula tentang sejarah Valentine ada menceritakan, bahawa ianya terjadi pada zaman Rom Kuno, setiap 14 Februari merupakan hari raya untuk memperingati dewa Juno, Dewa Juno adalah ratu dari segala dewa dan dewi, orang-orang Rom kuno juga meyakini bahwa dewa Juno adalah dewa bagi kaum perempuan dan perkawinan, iaitu Dewa Cinta.
Pada 14 Februari orang-orang Rom kuno mengadakan perayaan untuk memperingati Dewa Juno dengan cara memisahkan kaum laki-laki dan perempuan. Nama-nama remaja perempuan ditulis pada potongan kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol, setelah itu para laki-laki mengambil satu kertas sebagai, setiap laki-laki akan mendapatkan pasangan sesuai nama yang didapat dalam undian tersebut, bila kemudian mereka ada kesesuaian maka mereka akan melangsungkan pernikahan dihari-hari berikutnya.
Valentine dan Barat
Pada abad ke 16 Masehi, perayaan Valentine merupakan ritual rasmi agama Kristian Katolik, untuk mengenang kematian Valentine dan Marius (Jamuan Kasih Sayang) yang disebut sebagai “Supercalis” seperti yang dirayakan oleh bangsa Romawi Kuno pada setiap 15 Februari.
Sedangkan pada abad pertengahan di dalam bahasa Perancis terdapat kata “Galentine” yang berasal dari kata Galant yang berarti cinta, persamaan bunyi antara Galentine dan Valentine diselaraskan telah memberikan idea kepada orang-orang Eropah bahawa sebaiknya pada 14 Februari digunakan untuk mencari pasangan. Dan kini Valentine telah tersinkretisasi dengan peradaban Barat dan sedikit demi sedikit mula menyebar ke arah timur.
Valentine telah menjadi bentuk simbol modernisme, simbol cinta, dan sudah mulai berkembang dengan pergaulan bebas dan seks bebas. Banyak para muda-mudi yang mengadakan perayaan Valentine hanya karana budaya mengikut supaya tidak dikatakan orang yang ketinggalan zaman atau tidak mengikuti trend, orang yang ikut merayakan valentine seakan akan telah menyandang title sebagai orang yang moden dan maju, padahal dia tidak mengetahui tentang sejarah Valentine dan Valentine itu sendiri, padahal Valentine sendiri bukanlah dari hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tentu saja Barat adalah yang paling beruntung dengan hiruk-pikuk perayaan Valentine, karena di dalam perayaan valentine orang-orang sibuk dengan mencari cinta sesaat (instant love), seks bebas, glamour yang semuanya itu mengarah ke ketamadunan Barat.
Namun kalau kita teliti, Valentine memang akan menjadikan seseorang merasa tidak ketinggalan zaman, fashionable. Salah satu faktor besarnya daya jual produk-produk Barat adalah terbangunnya pandangan tersebut dikalangan muda-mudi, contoh, orang ingin mengganti telefon bimbitnya dengan yang baru hanya dengan satu alasan saja yaitu model baru lebih trendy atau fashionable yang lama telah ketinggalan zaman dan memalukan. Pandangan sebigini yang ingin dibangun barat melaui perayaan Valentine.
Hasil Kajian
Hasil kajian dan survey dengan beberapa penduduk yang berada di wilayah beberapa daerah Bandar di Asia khususnya. Ketika diajukan pertanyaan apakah Valentine itu ? didapati hasil rata-rata dari kalangan remaja memberikan jawaban bahwa Valentine adalah hari kasih sayang walaupun sebagian besar dari mereka tidak mengetahui sejarah Valentine. Dan ketika mereka ditanya apakah ingin merayakan Valentine?, sebagian besar menjawab “Ya” dan ingin merayakan bersama kekasih hati, sebagian yang lainnya menjawab tidak perlu dengan alasan kasih sayang itu bukan hanya satu hari itu saja tetapi sepanjang tahun, dan ada juga yang memberikan alasan karena Valentine adalah budaya Barat yang memiliki kesan negatif yang merosak. Yang mengejutkan pelajar sekolah rendah juga tahu tentang hari Valentine dan ingin merayakan dengan memberi hadiah kepada teman istimewa.
Dari kajian yang pernah di lakukan, orang yang sudah berumah tangga dengan umur antara 30 tahun hingga 50 tahun memberikan hasil bahwa ketika mereka dalam usia remaja mereka sebagian besar tidak tahu tentang Valentine walaupun pernah mendengar kata Valentine, sebagian kecil mengatakan ketika masih remaja mereka telah tahu tentang Valentine tetapi tidak pernah merayakannya. Dan ketika diberi pertanyaan apakah mereka akan memberikan izin kepada anaknya untuk merayakan Valentine, sebagian besar menjawab tidak ada masaalah asal tidak berlebih-lebihan, dan sebagian yang lain mengizinkan tetapi dengan memberikan pengarahan dan sebagian yang lainnya lagi akan melarang karena mengetahui bahwa Valentine adalah budaya Barat dan bertentangan dengan agama Islam.
Dari hasil kajian tersebut dapat diperoleh gambaran tentang pandangan dan sikap masyarakat mengenai Valentine bahawa:
Pertama : Kalangan muda-mudi hampir 100% telah mengenal Valentine padahal para orang tua mereka hampir 100% tidak mengenal Valentine pada masa remajanya bermakna Valentine telah berkembang pesat dalam satu generasi sahaja.
Kedua : Hanya sebagian kecil remaja yang menentang Valentine dan hampir 100% yang tidak mengetahui tentang sejarah Valentine.
Dan sekarang mari kita tinjau sudut pandang Islam tentang Valentine dan bagaimana semestinya umat Islam harus mensikapinya.
PANDANGAN ISLAM TENTANG VALENTINE
Dari uraian sejarah Valentine dan hubungannya dengan peradaban Barat saat ini dapat diringkas bahwa Valentine merupakan :
1. Ritual yang berasal dari Kristian yang dikukuhkan oleh Paus Galasius untuk mengenang orang suci Kristian iaitu Santo Valentine dan Santo Marius.
2. Ritual orang-orang Romawi kuno (penyembah berhala) untuk memperingati dewi Juno yaitu ratu dari segala dewa-dewi bagi perempuan dan perkawinan ( dewa cinta).
3. Ritualiti bangsa Eropah pada abad pertengahan untuk mencari jodoh.
Walaupun tentang kebenaran kisah-kisah yang dipaparkan masih diragui, namun jika ditinjau dari keempat jatidiri Valentine tersebut, semunya bertentangan dengan ajaran Islam, sebabnya adalah :
Pertama : Valentine merupakan ritual keagamaan yaitu agama Kristian, sehingga Valentine merupakan ibadah bagi agama Kristian, bukti bahwa Valentine sebagai ritual agama Kristian adalah ritual Valentine tersebut diperkuatkan lagi oleh seorang Paus yaitu Paus Galasius untuk memperingati dua orang yang diberi gelar orang suci oleh orang-orang Kristian. Bagi Muslim mengikuti Valentine tersebut adalah sama dengan mengikuti peribadatan orang Kristian, di samping itu ada bahaya yang lain yaitu penyamaan antara agama Islam dan Kristian, Allah telah memerintahkan kita untuk tidak mencampuradukkan ajaran agama Islam dengan ajaran agama manapun termasuk Kristian :
Bagimu agamamu, bagiku agamaku.
QS. 109:1-6
Kedua : Valentine adalah perayaan untuk memperingati/memuja Dewa Juno. Ritual yang dilakukan oleh orang-orang romawi Kuno yang menyembah berhala/dewa, sehingga yang mengikuti ritual ini mendapat nilai kesyirikannya seperti yang dilakukan oleh orang-orang Romawi Kuno yang menyembah berhala.
Ketiga : Valentine sebagai wasilah untuk mencari jodoh oleh sebahagian masyarakat barat, mereka bertahayul bahwa kasih sayang akan mulai bersemi pada tanggal 14 Februari, tahayul adalah salah satu bentuk kesyirikan, sehingga haram hukumnya bagi umat Islam untuk mengikutinya.
Keempat : Valentine sebagai media barat yang merosakkan terhadap budaya masyarakat timur apa lagi Islam, mengikut Valentine bukan saja sekadar perayaan untuk menyatakan kasih sayang, tetapi juga secara langsung mengikutkan budaya yang lainnya seperti pergaulan bebas, fashion, bercium antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya, hidup glamour, materialistik, menari , mengumbar nafsu dalam pesta seks dan lain-lain.
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, ia akan termasuk golongan mereka.
HR. Ahmad
HR. Ahmad
Tidak diragukan lagi bahawa Valentine adalah salah satu pintu masuk untuk menjadi sama dengan mereka. Itulah Valentine dan kedudukannya terhadap agama Islam, banyak para remaja yang mengikuti Valentine hanya sekadar mengikut dan tidak mengetahui apa-apa dan bagaimana Valentine yang sebenarnya, mereka ikut hanya karena pernah melihat ada yang menjual kad Valentine atau menerima kad valentine, atau karena pernah diajak rakannya dalam perayaan Valentine, atau karena pernah melihat propaganda dan pembohongan Valentine di majalah-majalah, tv, cerita-cerita drama dan sebagainya. Allah memberikan peringatan terhadap sikap para muda-mudi yang mengikut saja terhadap apa yang tidak diketahuinya :
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
QS. 17:36
QS. 17:36
Hukumnya tetap haram walaupun hanya sekadar bertukar-tukar coklat dan bersuka-ria. Sedikitpun tidak memberikan kemanfaatan bagi yang merayakannya. Dampak nagetifnya hanyalah menggembar-gemburkan budaya pergaulan bebas.
Ciri-ciri kebaikan seseorang Muslim adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya
No comments:
Post a Comment